Urgensi Kebersihan Hati bagi Kamtibmas

Bagikan Keteman :

Andik Irawan, S.Pd.I – Anggota Da’i Kamtibmas Porles Gresik

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bapak Ibu serta saudara-saudara sekalian yang dirahmati Allah.

Pada kesempatan yang baik ini, mari kita renungkan satu tema yang jarang disentuh, namun memiliki pengaruh besar terhadap terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat, yaitu kebersihan hati.

1. Kebersihan Hati – Pondasi Kamtibmas yang Sering Terlupakan

Sering kita berbicara tentang patroli, pengawasan, peraturan, sanksi, dan teknologi keamanan. Padahal ada sesuatu yang jauh lebih mendasar dan menentukan: kebersihan hati manusia.

Karena sumber konflik itu bukan hanya kekurangan aturan, tetapi kegelapan hati: prasangka buruk, iri, dengki, marah yang dipendam, dan niat jahat. Jika hati kotor, maka cara pandang terhadap orang lain pasti condong negatif. Dan cara pandang negatif itulah yang melahirkan keributan, fitnah, permusuhan, bahkan tindakan kriminal.

2. Asal-usul Kebersihan Hati: Ketaatan Beragama

Perlu kita pahami bersama, ide kebersihan hati bukan ide budaya, bukan ide tradisi, tapi ajaran agama. Semua agama mengajarkan manusia untuk membersihkan hati:

  • dari iri,
  • dari benci,
  • dari dendam,
  • dari prasangka buruk.

Maka ketika seseorang taat beragama, ia sedang menanam benih kebersihan hati. Ketika ia shalat, berdoa, membaca kitab suci, berzikir, berbuat amal—ia sedang mencuci jiwa dan membersihkan pandangannya terhadap dunia.

Karena itu, membangun Kamtibmas bukan hanya soal penguatan aturan, tetapi juga penguatan ketaatan beragama, sebab dari situlah muncul hati yang bersih.

3. Hati Bersih Melahirkan Cara Pandang Positif

Orang yang hatinya bersih akan melihat orang lain dengan baik sangka:

  • Mengira saudara kita berniat baik,
  • Menganggap tetangga kita bagian dari keluarga besar,
  • Memandang sesama sebagai saudara yang perlu dibantu, bukan dicurigai.

Cara pandang positif inilah yang menciptakan ruang dialog, bukan pertengkaran; melahirkan kerja sama, bukan kecurigaan.

4. Cara Pandang Positif Melahirkan Solusi

Jika hati bersih dan cara pandang positif sudah terbentuk, maka mudah sekali bagi seseorang menemukan solusi dari berbagai persoalan.
Masalah pribadi—selesai.
Masalah sosial—mencari jalan tengah.
Masalah dalam keluarga—diredakan dengan lapang dada.

Sebaliknya, orang yang hatinya kotor, melihat semua masalah sebagai konflik yang harus diperbesar, bukan diselesaikan.

5. Solusi yang Banyak Akan Melahirkan Masyarakat yang Damai

Dan ketika persoalan-persoalan kecil bisa diselesaikan, maka kita terhindar dari persoalan besar. Ketika masyarakat bisa berdamai dengan dirinya sendiri, maka mudah bagi mereka berdamai dengan tetangganya, dengan lingkungannya, dan dengan negara.

Inilah titik pentingnya:
Kamtibmas tidak hanya dibangun oleh aparat, tetapi oleh hati setiap warga yang bersih dan positif.

Penutup

Maka marilah kita mulai dari diri sendiri. Bersihkan hati, kuatkan agama, jaga prasangka, hadapi hidup dengan kelapangan.
Jika hati-hati kita bersih, maka lingkungan kita akan sejuk. Jika setiap rumah tenang, maka kampung aman. Jika kampung aman, maka negara akan kuat.

Semoga Allah membersihkan hati kita semua dan menjadikan masyarakat kita damai sentosa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Related posts

Leave a Comment